Sebuah gerai permainan claw crane di Taiwan baru-baru ini jadi sorotan. Pasalnya, kotak kaca berisi tumpukkan boneka itu diisi oleh wanita memakai bikini sehingga menarik perhatian kaum adam untuk memainkan permainan tersebut.

Dikutip dari laman Straits Times, Rabu (27/12/2017), pihak Monmonda (gerai permainan) mengklaim bahwa fasilitas yang mereka sajikan adalah yang paling terlengkap di Taiwan.

Permaianan claw crane berisi wanita memakai bikini sendiri sudah dibuka sejak 5 Desember lalu. Sedikitnya ada empat mesin claw crane yang diisi wanita memakai bikini secara bergantian.

Sejak kemunculannnya, mesin permainan ini kerap dikunjungi oleh pria dewasa. Kedatangan mereka tak hanya ingin mendapatkan boneka, melainkan melihat wanita memakai bikini yang ada di dalam mesin kaca.

Terkadang, wanita-wanita itu digoda dan diajak berbicara. Kilatan cahaya kamera pun juga terjadi setiap saat.

Namun, popularitas Monmonda dapat reaksi keras dari banyak pihak. Hal ini terjadi saat video lokasi permainan ini tersebut tersebar di media sosial.

Banyak netizen yang mengkritik gerai permainan itu. "Ini memperlakukan wanita sebagai objek seks," tulis netizen.

"Saya sangat jijik ketika melihat video ini," tulis netizen lainnya.

Ternyata, pihak Monmonda langsung bereaksi dan menerima kecamanan itu.

Dilaporkan oleh media lokal bahwa gerai permainan itu ingin meminta maaf.

"Mulai sekarang kami akan mempertimbangkan kembali standar permainan tersebut, salah satunya wanita memakai bikini," ujar pihak Monmonda.

Tawarkan Diskon Berdasarkan Ukuran Payudara
Tak hanya gerai permainan, tempat makan juga pernah memicu kemarahan publik akibat merendahkan perempuan.

Sebuah restoran di China menuai kecaman setelah menawarkan potongan harga kepada wanita berdasarkan ukuran bra mereka.



Laporan yang dimuat Qianjiang Evening Post seperti dimuat BBC, menyebut bahwa warga lokal komplain kepada dewan setempat setelah mereka melihat poster yang mengiklankan diskon berdasarkan ukuran bra.

Langkah kontroversial itu diketahui dilakukan oleh restoran Trendy Shrimp yang terletak di sebuah mal di Hangzhou.

Dalam iklan yang dipamerkan, tampak sejumlah wanita mengenakan pakaian dalam. Mereka digambarkan memiliki ukuran payudara yang berbeda-beda.

"The whole city is looking for BREASTS", demikian slogan yang tertera dalam iklan tersebut. Diskon yang lebih besar akan diberikan kepada wanita yang memiliki payudara besar.

Salah satu perwakilan mengeluhkan bahwa poster tersebut adalah "iklan yang vulgar" dan "diskriminatif terhadap wanita".

Poster iklan tersebut pertama kali muncul pada 1 Agustus. Namun, kini poster iklan itu telah dicabut.

Meski demikian, GM restoran Trendy Shrimp Lan Shenggang membela strategi penjualan mereka. "Begitu promosi dimulai, jumlah pengunjung meningkat sekitar 20 persen."

Ditambahkan Lan bahwa beberapa gadis yang ditemuinya justru sangat bangga dan tidak menyembunyikan apa pun.

Lan juga menyakinkan pembaca bahwa pengunjung dapat mengklaim diskon mereka dengan pelayan wanita jika malu berurusan dengan pelayan pria.

Sumber : Liputan6